Contoh 10 Jenis kata Dalam Paragraf
1. Kata Benda (Nomina)
Kata: Plastik
Kalimat: Plastik adalah zat kimia yang sulit untuk di urai.
Paragraf:
Plastik adalah zat kimia yang sulit untuk diurai. Hal ini dibesababkan karena sifatnya sebagai polimer sintetik yang memiliki struktur molekul rantai panjang dan stabil, serta tidak dikenali oleh mikroorganisme atau enzim alami yang seharusnya berperan dalam penguraian bahan organik. Saat ini, banyak orang yang menggunakan plastik dalam kegiatan sehari hari. Hal tersebut menyebabkan limbah sampah plasti menggunung di TPU (Tempat Pembuangan Akhir).
2. Kata Kerja (Verba)
Kata: Bermain
Kalimat: Lani dan teman-temannya bermain di taman sore hari.
Paragraf:
Lani dan teman-temannya bermain di taman sore hari. Mereka datang pada pukul 4 sore. Lani dan Edo bermain ayunan. Siti, Udin, Beni, dan Meli bermain jungkat jungkit. Yuni, Nur, dan Andi bermain perosotan. Mereka pulang ke rumah pukul setengah 6 sore.
3. Kata Sifat (Adjektiva)
Kata: Murah
Kalimat: Buah di Pasar Minggu sangat murah.
Paragraf:
Buah-buahan di Pasar Minggu sangat murah. Masyarakat berbobdong bondong membeli buah di Pasar Minggu. Hal ini terjadi karena buah-buahan panen sangat cepat karena curah hujan yang cukup dan sinar matahari yang cukup. Petani dan penjual buah-buahan mendapatkan pendapatan yang banyak karena banyaknya konsumen yang ingin membeli buah.
4. Kata Keterangan (Adverbia)
Kata: Mungkin
Kalimat: Mungkin besok akan hujan
Paragraf:
besok akan hujan. Langit sore ini terlihat mendung dan angin bertiup cukup kencang. Aku memperhatikan awan gelap yang bergerak perlahan menutupi matahari. Teman-temanku juga berkata bahwa kemungkinan besar cuaca besok tidak cerah. Karena itu, kami sepakat untuk berjaga-jaga dengan membawa perlengkapan hujan.
5. Kata Ganti (Pronomina)
Kata: Dia
Kalimat: Dia sedang menonton tv
Paragraf:
Dia sedang menonton tv di ruang tamu. Padahal esok hari ia akan ujian di sekolah. Dia terlalu santai untuk hal tersebut. Dia tidak menghiraukan ibunya yang telah marah-marah kepadanya karena tidak belajar. Dia sungguh tidak peduli dengan sekitarnya.
6. Kata bilangan (Numeralia)
Kata: Pertama
Kalimat: Hari pertama masuk sekolah sangat menyenangkan.
Paragraf :
Hari pertama masuk sekolah terasa sangat menyenangkan. Aku bertemu dengan banyak teman baru di kelas. Guru memperkenalkan diri dan memberi semangat agar kami rajin belajar. Pada hari pertama itu, kami juga diajak berkeliling sekolah untuk mengenal lingkungan. Pengalaman di hari pertama sekolah akan selalu kuingat sebagai kenangan indah.
7. Kata Tugas (Partikel)
Kata: Meskipun
Kalimat: Meskipun orang tuaku telah tiada, aku tetap semangat menjalankan hidup.
Paragraf:
Meskipun orang tuaku telah tiada, aku masih semangat menjalankan hidup. Aku masih berangkat sekolah setiap pagi dan belajar di sekolah setiap hari. Semenjak orang tuaku telah tiada, aku menjadi lebih mandiri, aku masak sendiri, membersihkan rumah sendiri, menyuci baju sendiri, dan menyetrika baku sendiri sembari mengunggu kakakku pulang kerja.
8. Kata sandang
Kata: Si
Kalimat: Si kucing sedang tidur di atas kursi ruang tamu.
Paragraf:
Si kucing sedang tidur di atas kursi ruang tamu. Bulunya yang halus membuatnya tampak semakin lucu. Sesekali ia meregangkan badan sambil membuka matanya sebentar lalu kembali terlelap. Saat bangun, ia melompat turun dari kursi lalu duduk di lantai. Kehadiran si kucing membuat suasana rumah menjadi lebih ceria.
9. Kata Ulang (Reduplikasi)
Kata: Anak-anak
Kalimat: Anak-anak bermain lari-larian di halaman sekolah.
Paragraf :
Anak-anak bermain lari-larian di halaman sekolah. Mereka tertawa ceria sambil mengejar bola. Kadang mereka berteriak hore-hore saat berhasil menangkap bola. Guru memanggil mereka untuk istirahat sebentar, tapi anak-anak masih tetap main-main sebentar lagi. Suasana ramai-ramai itu membuat halaman sekolah menjadi sangat hidup dan menyenangkan.
10. Kata Mejemuk
Kata: Rumah Sakit
Kalimat: Aku pergi ke rumah sakit karena sakit gigi yang mengganggu.
Paragraf :
Aku pergi ke rumah sakit karena sakit gigi yang sangat mengganggu. Dokter memeriksa gigi aku dengan teliti dan memberikan obat pereda nyeri. Perawat juga membantu menjelaskan cara merawat gigi, sehingga aku tidak takut saat perawatan. Meskipun suasana rumah sakit ramai, aku tetap tenang menemani diri sendiri. Setelah beberapa jam, sakit gigi mulai berkurang dan aku bisa tersenyum kembali.
Komentar
Posting Komentar