Cerpen

 Menunggu Ibu Sangat Lama



     Pada siang hari dihari jumat, Pandu bin Mail baru pulang dari sekolah. Pandu anak tunggal dan yatim, ia hanya tinggal bersama ibunya saja. Ibu Pandu seorang wanita karir yang sedang bekerja menjadi buruh pabrik. Sesampainya di rumah, ia langsung berhanti baju lalu membersihkan rumahnya. Tak terasa, sekarang sudah pukul lima sore, saking fokusnya pandu membersihkan rumah, ia sampai lupa untuk makan siang. "Aku makannya nanti malam saja ah bersama ibu"— dalam hati Pandu sambil mengusap perutnya yang mulai lapar.

      Sembari menggu ibunya pulang, Pandu memasak makanan untuk nanti ia makan bersama ibunya. Pandu memasak telur dadar, tempe bacem, tumis kangkung, dan masak nasi. Terlihat sederhana namun mewah baginya. Pukul tujuh berlalu, ibu Pandu belum kunjung sampai di rumah. Biasanya, ibu sampai di rumah puku setenagh enak malam. "Mungkin saja ibu terjebak macet di jalan"— dalam hati Pandu.

      Pukul sembilan malam berlalu, ibu Pandu pun belum kunjung sampai rumah. Pandu menunggu ibunya sambil menonton tv. Hingga— Pandu pun ketiduran. Ia belum sempat mematikan tv. Ia pun juga belum makan masakkannya, ia sangat setia menunggu ibunya untuk makan malam bersama.

    Pagi hari pukul enam, pintu rumah Pandu di ketuk ketuk. Pandu pun terbangun karena ketukkan pintu tersebut. —
"Iya, siapa?" tanya Pandu sembari membuka pintu rumahnya.
"Ohhhhh ibu Sri, silahkan masuk bu" Bu Sri adalah tentangganya Pandu. Ia tinggal persis di depan rumahnya pandu.
Dengan terbata bata, ibu Sri berkata, "Gak usah repot repot du, ibu di sini aja. ibu cuma mau bilang, Pandu sekarang bersih-bersih yaaaa, soalnya Pandu mau ibu ajak jalan-jalan ke luar" 
"Tapi bu Sri, ibu saya belum pulang kerja" jawab Pandu.
"Nah, ibu mau ajak kamu ke ibu kamu" Jawab bu Sri dengan terbata bata lagi.
"ohhh, baik ibu, Pandu siap siap dulu yaa" jawab pandu.

     Ibu Sri dan Pandu pun pergi menemui ibu. Pandu tidak tau, dimana lokasi ibunya bekerja. Ternyata ibu Sri mengajak Pandu ke rumah sakit. Pandu tidak bertanya apapun ke bu Sri karena Pandu berfikir, "Mungkin untuk ke tempat kerja ibu lewat sini kali yaa". Saat dirumah sakit tersebut, bu Sri baru bercerita, "Pandu, ibu ajak Pandu kesini karena ada ibu ingin bicarakan. jadi, tadi malam saat ibu ingin pulang kerja, bus yang dinaikki ibu mengalami rem blong, dan bus yang dinaikki ibu menabrak toko-toko yang ada di pinggir jalan. Dalam kecelakaan tersebut, ibu Pandu tidak selamat.
Pandu terkejut, ia menangis dahsyat, ia tenggelam dalam kesedihan. Pandu tidak bisa berkata-kata, ia terlalu syok saat mendengar kabar buruk itu.

      Sore harinya, ibu pandu dimakamkan di TPU (Tempat Pemakaman Umum) di dekat rumahnya. Pandu masih syok sampai malam harinya. Untung bu Sri sangat baik, ia memperbolehkan Pandu untuk tidur di rumahnya.
 

              

               —TAMAT—






      
  

      

      


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas PJJ Bahasa Indonesia

Contoh Soal-Soal TKA